Fenomena Travel Umroh Nakal dan Kiat Agar Masyarakat Tidak Tertipu

fenomena travel umroh nakalSebagaimana kita ketahui bersama bahwa antusiasme masyarakat Indonesia yang ingin mengerjakan ibadah umroh sangatlah besar.

Apalagi dengan adanya fakta bahwa masa tunggu yang ditetapkan untuk ibadah haji sangat panjang hingga puluhan tahun.

Hal ini membuat masyarakat banyak yang beralih mengerjakan ibadah umroh sebelum tiba masa tunggu ibadah haji yang sudah mereka rencanakan dan daftarkan.

Berdasarkan data statistik terbaru bahwa Indonesia menempati peringkat kedua jumlah jamaah umroh terbesar yang berziarah ke Mekkah dan Madinah setelah Pakistan. Dari data yang ada menunjukkan total jumlah jamaah asal Indonesia pada tahun 2017 yang lalu sudah mencapai angka 875.958 jamaah.

Efek dari peningkatan jumlah jamaah umroh asal Indonesia ini membuat beberapa pihak kemudian melihatnya sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan menggiurkan. Namun hal ini tidak luput juga dimanfaatkan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan mencari keuntungan besar dengan cara yang tidak sehat dan berakhir dengan kasus penipuan.

Munculnya sejumlah kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum biro travel umroh nakal menunjukkan dengan jelas konsekwensi dari kondisi tersebut diatas. Setiap tahun kita sering disodorkan dengan fakta kasus-kasus penipuan yang dilakukan oleh beberapa oknum travel umroh nakal di Indonesia.

Walaupun sejak tahun 2015 yang lalu KEMENAG sudah berusaha melakukan berbagai langkah dan tindakan untuk menekan angka travel umroh nakal dengan memberikan sanksi administratif terhadap 25 travel umroh nakal yang terbukti bermasalah namun faktanya selalu saja muncul kasus-kasus yang sama dengan model penipuan yang sama maupun dengan model yang berbeda.

Menurut keterangan Direktur Umroh dan Haji Khusus KEMENAG Arfin Hatim yang dikutip dari laman Khazanah Republika bahwa sampai akhir tahun 2017 yang lalu pihak KEMENAG telah melakukan langkah dan memberikan sanksi administratif kepada 25 travel umroh yang bermasalah antara lain berupa teguran tertulis, pencabutan izin dan pembekuan operasional.

Setidaknya sudah ada 13 travel umroh bermasalah yang sudah diberikan sanksi sampai pada tahap pencabutan izin operasionalnya. Berikut data beberapa travel umroh bermasalah yang sudah dicabut izin operasionalnya oleh KEMENAG medio tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 yang lalu:

  • PT. Mediterania Travel (2015)
  • PT. Mustaqbal Lima (2015)
  • PT. Ronalditya (2015)
  • PT. Kopindo Wisata (2015)
  • PT. Maulana (2016)
  • PT. Timur Sarana Tour & Travel (2016)
  • PT. Diva Sakinah (2016)
  • PT. Hikmah Sakti Perdana (2016)
  • PT. Wisata Al-Utsmaniyyah atau Hannien Tour (2017)
  • PT. Al-Maha Tour & Travel (2017)
  • PT. Assyifa Mandiri Wisata (2017)
  • PT. Raudah Kharisma Wisata (2017)
  • PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel (2017)

Sampai akhir tahun 2017 yang lalu ada juga yang diberikan sanksi hanya sebatas pembekuan atau tidak diperpanjang izin PPIU nya sebanyak 12 travel umroh antara lain sebagai berikut:

  • PT. Catur Daya Utama (2015)
  • PT. Huli Saqdah (2015)
  • PT. Maccadina (2015)
  • PT. Gema Arofah (2015)
  • PT. Wisata Pesona Nugraha (2016)
  • PT. Assuryaniyah Cipta Prima (2016)
  • PT. Faliyatika Cholis Utama (2016)
  • PT. Nurmadania Nusha Wisata (2016)
  • PT. Dian Pramita Sekata (2017)
  • PT. Hodhod Azza Amira Wisata (2017)
  • PT. Habab Al Hannaya Tour & Travel (2017)
  • PT. Erni Pancarajati (2017)

Melihat fenomena banyaknya kasus-kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum travel umroh nakal dan tidak bertanggung jawab diatas, maka pihak KEMENAG sudah seharusnya segera tanggap dan cepat mengambil labgkah-langkah yang lebih kongkrit dan tegas.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan kepada Republika akan memperketat mekanisme pelayanan biro perjalanan travel umrah di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa pihaknya saat ini mulai melakukan pembenahan agar tidak ada lagi travel umroh nakal.

“Jadi intinya kami selama beberapa bulan yang lalu sedang berbenah untuk lebih memperketat bagaimana mekanisme pelayanan yang diberikan oleh para penyelenggara perjalan ibadah umrah PPIU atau yang biasa disebut biro travel perjalanan umrah itu,” ujar Lukman usai menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-71 di halaman kantor KEMENAG, Jakarta, Rabu (3/1).

Menurut Lukman, saat ini KEMENAG sedang merancang beberapa peraturan untuk mencegah adanya travel umroh nakal lagi. Bahkan, menurut dia, pihaknya saat ini sedang menyiapkan aplikasi berbasis elektronik.

“Kita sedang membangun regulasinya bahkan kita hampir menyelesaikan aplikasi berbasis elektronik yang bernama Sipatuh, kependekan dari Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dengan menerapkan aplikasi Sipatuh tersebut, pihaknya akan bisa mengawasi semua biro travel umrah yang sedang memberangkatkan jamaahnya, termasuk soal mekanisme pelayanannya. Jadi, kata dia, semua informasi itu akan dimasukkan dalam aplikasi berbasis elektronik tersebut.

“Ini secara online, jadi semuanya nanti akan termonitor sehingga akan diketahui secara riil setiap biro travel memberangkatkan jamaahnya berapa, kembalinya juga harus sama, pelayanannya di sana di hotel apa, maskapai penerbangannya apa,” katanya.

Lukman menambahkan, dengan adanya aplikasi daring tersebut tidak hanya akan mewujudkan transparansi dan akuntabilitas, tapi masyarakat juga diharapkan bisa melakukan pengawasan terhadap adanya indikasi travel umrah nakal yang selama ini menelantarkan jamaahnya.

“Tidak hanya kami pemerintah, tapi juga masyarakat bisa ikut mengakses, sehingga kejadian-kejadian adanya biro travel yang menelantarkan calon jamaah umrahnya, lalu kemudian tak menepati janji-janjinya itu sudah tidak akan bisa terjadi lagi dengan sistem yang sedang kita bangun ini,” jelasnya.

Mengenali Ciri-ciri Travel Umroh Nakal Agar Masyarakat Tidak Tertipu

Dengan semakin banyak dan menjamurnya jumlah biro travel umroh yang saat ini beroperasi di Indonesia, sudah seharusnya masyarakat dituntut untuk lebih jeli dan teliti dalam mempercayakan niat ibadah umrohnya sebelum memutuskan untuk membeli paket-paket umroh yang ditawarkan dan akhirnya mendaftarkan diri pada travel umroh mana yang hendak dipilih. Sebab, belajar dari pengalaman atas kasus-kasus yang terjadi penyelesaian atas penipuan yang sudah terjadi tetap merugikan pihak jamaah yang menjadi korbannya.

Lalu apa kiat-kiat yang harus diperhatikan agar masyarakat tidak mudah tertipu lagi oleh oknum-oknum travel umroh nakal yang menjalankan strategi penjualan atau pemasarannya yang sangat menggiurkan dan akhirnya mampu menjebak masyarakat untuk membeli paket-paket umroh yang ditawarkan? Berikut saya rangkum beberapa ciri dari travel umroh yang nakal yang bisa dapat dijadikan acuan dan pertimbangan:

Menawarkan Paket-paket Promo yang Tidak Masuk Akal

Diantara strategi yang dilakukan oleh travel-travel umroh nakal adalah menawarkan promo paket-paket umroh dengan harga yang tidak masuk akal kepada masyarakat. Sering hal ini dilakukan dengan cara memanfaatkan individu-individu maupun tokoh-tokoh masyarakat sebagai agen-agen penjualan produk umroh mereka dengan iming-iming fee, bonus dan reward yang menggiurkan bagi si agen.

Para individu maupun tokoh ini secara tidak sadar terjebak dimanfaatkan oleh oknum biro travel umroh nakal tersebut karena kedekatan hubungan sosial mereka dengan masyarakat. Sebenarnya tidak jadi masalah dalam strategi penjualan dan pemasaran melakukan penawaran harga-harga promo apalagi dalam situasi persaingan bisnis yang ada saat ini.

Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak calon konsumen untuk menggunakan jasa pelayanan yang ditawarkan. Namun menjadi tidak wajar jika harga-harga yang ditawarkan sangat tidak realistis. Jadi kalo ada yang menawarkan promo umroh dengan harga 12 juta – 14 juta misalnya, maka ini sudah tidak wajar lagi dan masyarakat perlu hati-hati dan waspada.

Menurut ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (AMPHURI), Rinto Raharjo beliau menyampaikan bahwa,”‎Minimal umrah itu Rp 18 juta – Rp 19 juta, itu juga saat low season. Kalau harga Rp 14 juta, harga tiketnya saja Rp 13 juta, belum makan, belum hotel, belum pengantar. Jadi kalau ada promo dengan harga segitu sudah pasti kebohongan,” Demikan ujar Rinto saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/8/2017).

Menetapkan Masa Tunggu Perjalanan Umroh yang Sangat Lama

Pada prinsipnya perjalanan umrah itu tidak memiliki masa tunggu seperti halnya perjalanan ibadah haji. Apabila masyarakat telah membayar lunas biaya umrah, maka bisa segera diberangkatkan. Ibadah umrah itu pada dasarnya cash and carry, Jadi bohong besar, kalau bayar dulu tapi berangkatnya nanti.

Ini sudah menunjukkan tanda-tanda yang patut untuk dicurigai. Masyarakat harus jeli atas hal ini. Biro travel umroh seharusnya menawarkan paket umroh yang sudah jelas jadwal keberangkatannya tidak melebihi masa tunggu 6 bulan.

Musim perjalanan umroh itu normalnya bisa dilakukan diluar bulan-bulan haji (Syawal, Dzul Qo’dah dan Dzul Hijjah). Biasanya antara bulan Oktober – Mei. Sehingga masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umroh sudah bisa menentukan bulan apa yang dipilih dari tanggal-tanggal keberangkatan yang jelas yang ditawarkan oleh setiap biro travel umroh, tinggal sesuaikan saja budget yang disiapkan apakah sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Jadi kalo ada biro travel umrah yang menawarkan paket promo umroh dengan masa tunggu 1-2 tahun, maka hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat, walaupun dengan penawaran harga yang sangat menggiurkan.

Sebab, belajar dari kasus-kasus yang terjadi sebelumnya, kebanyakan masyarakat tertipu oleh penawaran harga murah dengan masa tunggu sampai dengan 2 tahun, lalu ketika tiba masa keberangkatan yang dijanjikan ternyata biro perjalanan tidak mampu memenuhi komitmen dengan berbagai dalih dan alasan yang dibuat-buat.

Bahkan ada kasus ketika tiba masa keberangkatan yang dijanjikan malah biro perjalanannya sudah raib menghilang bersama uang calon jamaah yang sudah disetorkan. Ketika hal ini terjadi masyarakat tidak bisa menuntut dan mendapatkan kembali hak mereka secara maksimal, sementara para individu dan tokoh yang selama ini dimanfaatkan menjadi agen-agen penjualan juga tidak mampu berbuat banyak untuk memperjuangkan hak calon jamaah.

Tidak Memiliki Izin Sebagai Perusahaan Perjalanan Umroh

Walaupun fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa banyak juga biro-biro travel umroh yang bermasalah dan melakukan penipuan ternyata telah memiliki izin penyelenggaraan ibadah umroh secara resmi dari KEMENAG, namun hal ini jangan dijadikan sebagai alasan.

Memiliki izin penyelenggara ibadah umroh yang resmi dari KEMENAG memang tidak menjamin sebuah biro travel umroh itu tidak nakal dan tidak akan melakukan penipuan kepada masyarakat. Namun akan lebih beresiko lagi jika masyarakat berani membeli paket umroh dari biro travel umroh yang tidak memiliki izin resmi dari KEMENAG.

Perusahaan travel umroh wajib memiliki izin penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh atau PPIU dari DIRJEN Ibadah umroh dan haji KEMENAG. Sebab persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin PPIU tersebut sangatlah ketat.

Jika mampu dipenuhi maka dapat menjamin keamanan dan kredibilitas dari biro travel umroh tersebut untuk bisa dipercaya oleh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan umroh melalui jasa pelayanan mereka.

Jangan terlalu percaya dengan omongan orang, masyarakat harus lebih teliti dan waspada. Apalagi jika yang menawarkan dan memasarkan paket-paket umroh tersebut adalah individu-individu dan tokoh-tokoh masyarakat yang dimanfaatkan menjadi agen-agen travel umroh tersebut.

Masyarakat bisa cek langsung secara online apakah travel umroh tersebut sudah memiliki izin penyelenggaraan ibadah umroh dari KEMENAG ataukah belum? Jika belum memiliki izin, maka sudah bisa dipastikan ada kemungkinan besar travel umroh tersebut adalah penipu.

Masyarakat bisa menanyakan dan mendapatkan info perizinan sebuah travel umroh dari asosiasi-asosiasi biro perjalanan umroh yang ada saat ini. Ada empat asosiasi besar yang menaungi biro-biro perjalanan haji dan umroh yang ada di Indonesia saat ini antara lain:

  • Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH)
  • Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI)
  • Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan dan Inbound Indonesia (ASPHURINDO)
  • Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (KESTHURI).

Masyarakat sekarang bisa cek secara online daftar biro travel umroh yang sudah memiliki izin PPIU resmi dari KEMENAG. Tinggal minta saja data travel umroh yang ingin dicek tersebut namanya apa? Contoh PT. ABDI UMMAT WISATA INTERNASIONAL. Langsung saja bisa dicek secara online melalui link resmi KEMENAG berikut ini:

Daftar Penyelenggara Umroh Resmi KEMENAG

Semoga artikel singkat ini bisa membantu masyarakat untuk lebih jeli, teliti, hati-hati dan waspada terhadap oknum-oknum biro travel umroh nakal. Harapan kita semua kedepannya tidak akan ada lagi masyarakat yang tertipu karena tidak menyadari modus-modus penipuan yang digunakan oleh oknum-oknum tersebut.

Jika ingin berkonsultasi mengenai topik ini dan segala hal yang berkaitan dengan ibadah umroh, silahkan menghubungi kami melalui nomor telpon yang tertera pada Sidebar posisi kanan paling atas. Terimakasih telah mengunjungi blog kami, semoga Allah subhanahu wa ta’ala meridhoi dan membimbing langkah-langkah kita semua.

Leave A Response »