Rahasia dan Hikmah dari Adab Ketika Bersin dan Menguap

bersin dan menguapSegala puji bagi Allah s.w.t yang telah memberikan petunjuk kepada kita segala hal yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi penutup, rasul akhir zaman, nabi Muhammad s.a.w yang telah mengajarkan segala adab yang sangat bermanfaat buat kita. Sholawat dan salam juga semoga senantiasa dilimpahkan kepada para keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya dan kepada kita semua yang konsisten mengikuti ajaran beliau hingga hari kiamat.

Islam merupakan satu-satunya agama yang telah menjelaskan adab berbagai hal dalam kehidupan manusia bahkan dalam hal yang kecil dan sederhana sekalipun, seperti adab yang harus diperhatikan oleh seorang muslim dalam hal bersin dan menguap. Rasululloh s.a.w telah mengajarkan sesuatu yang penuh dengan hikmah dalam hal adab ketika bersin dan menguap kepada kita yang mau berfikir dan merenunginya.

Tidak satupun adab-adab yang diatur didalam agama ini melainkan pasti mengandung manfaat dan hikmah yang dapat diambil sebagai pelajaran bagi kehidupan manusia. Semua ini adalah merupakan wujud kasih-sayang Allah s.w.t kepada manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Mari kita telaah lebih dalam mengenai hal ini dalam perkara adab ketika bersin dan menguap yang mungkin sebagian besar kita menganggap keduanya sebagai hal yang sepele.

Allah s.w.t Mencintai Bersin dan Membenci Menguap

Dari judul sub-topik ini mungkin saja akan muncul pertanyaan didalam benak anda mengapa Allah s.w.t mencintai bersin dan membenci menguap? Ada apa dengan kedua peristiwa alami dan manusiawi yang sering sekali kita alami tersebut? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut ada baiknya anda baca lebih seksama penjelasannya berikut ini.

Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya Allah s.w.t mencintai bersin dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang dari kalian bersin lalu ia memuji Allah s.w.t maka ada hak atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mendo’akannya. Adapun menguap maka sesungguhnya ia dari syetan, maka hendaklah ia berusaha menahannya semampunya. Apabila ia menguap maka syetan menertawakannya.”

(HR. Imam Bukhari)

Mengapa Allah s.w.t mencintai bersin? Mari kita coba fahami hal ini berdasarkan penjelasan dari sisi ilmu kesehatan atau kedokteran. Bersin adalah suatu gejala alamiah yang bersifat manusiawi yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut.

Dengan cara ini akan terkuras dari dalam tubuh bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, virus, kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan melalui udara. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh.

Sehingga sudah sepatutnyalah atas setiap orang memuji Allah yang maha suci lagi maha tinggi ketika dia bersin, sebab ia telah diberi rahmat oleh Allah s.w.t melalui gejala bersin yang bermanfaat bagi tubuhnya itu, secara tidak langsung ia telah membuang debu, virus, kutu, atau mikroba yang tidak bermanfaat bagi tubuhnya.

Sedangkan menguap merupakan gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi dan disebabkan oleh karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Ini terjadi ketika seseorang sedang mengantuk atau pusing, lesu, dan ketika sedang menghadapi kematian.

Menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut dengan cara menarik nafas dalam-dalam. Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka akan masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, secara tabiat, menguap datang dari syetan, sebab padanya terdapat mudhorat yang membahayakan bagi tubuh.

Dari perspektif yang berbeda imam Ibnu Hajar Al-Asqolani berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. sedangkan menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan. Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas.

Dari beberapa penjelasan singkat ini dapat kita ketahui mengapa Allah s.w.t mencintai bersin dan membenci menguap, masalahnya terletak pada manfaat dan mudhorot yang kembali kepada manusia itu sendiri. Allah s.w.t mencintai segala sesuatu yang memberikan manfaat buat hamba-Nya dan membenci segala sesuatu yang memberikan mudhorot kepada hamba-Nya.

Sehingga melalui lisan rasululloh s.a.w, Allah s.w.t memberikan petunjuk kepada kita agar melawan/menahan gejala “menguap” ini semampu kita, atau jika tidak mampu maka antisipasi mudhorot yang akan ditimbulkannya dengan cara menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri untuk menangkal masuknya segala hal yang akan memberikan mudhorot kepada kita melalui mulut yang sedang menguap ini.

Hikmah Berdo’a dan Mendo’akan Ketika Mengalami Bersin

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. bersabda :

“Apabila salah seorang dari kalian bersin hendaklah ia mengucapkan “alhamdulillah”, dan hendaklah saudaranya atau temannya (yang mendengarnya) menjawab “yarhamukalloh”, dan jika saudaranya mengucapkan “yarhamukalloh” maka hendaklah ia mengucapkan “yahdikumulloh wa yuslihu balakum”

(HR. Imam Bukhari)

Dalam hadits ini Rasululloh s.a.w mengajarkan kepada kita adab-adab yang harus diperhatikan ketika ada yang bersin diantara kita. Adab ini terlihat sepele, dan sebagian besar diantara kita melalaikan adab-adab ini karena kurang memahami makna dan hikmah yang terkandung didalamnya.

Ketika kita bersin hendaklah mengucapkan “alhamdulillah” artinya “segala puji bagi Allah s.w.t”. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur melalui lisan kita kepada Allah s.w.t yang telah memberikan gejala bersin yang amat bermanfaat ini kepada kita. Bersin ini bukan buatan kita sebagai manusia, ini adalah dari Allah s.w.t sebagai bentuk kasih-sayang-Nya kepada kita. Maka sudah seharusnya kita mensyukurinya dengan memuji-Nya. Sehingga manfaat bersin itu kita dapatkan dan pahala bersyukur akan kita raih juga dengan ucapan “alhamdulillah” tersebut.

Bagi muslim yang mendengar saudaranya yang mengucapkan “alhamdulillah” saat bersin, hendaknya ia mengucapkan “yarhamukalloh” artinya “Semoga Allah senantiasa menyayangimu”. Ini merupakan wujud dari kepedulian sesama mukmin dan muslim yang terikat dalam hubungan persaudaraan karena Allah s.w.t. berupa perasaan ikut bergembira karena saudaranya mendapat kasih sayang dari Allah s.w.t berupa nikmat bersin tersebut.

Bagi anda yang telah dido’akan dengan do’a “yarhamukalloh” tersebut, hendaknya membalasnya dengan do’a “yahdikumulloh wa yuslih baalakum” yang artinya “semoga Allah s.w.t memberikan hidayah kepadamu dan memperbaiki urusan kamu”. Ini sebagai balasan atas do’anya kepada anda. Didasarkan atas rasa terimakasih anda atas kepeduliannya kepada anda.

Kesimpulan

Sekarang anda bisa lihat, dari adab yang terlihat sepele ini, yaitu berdo’a dan saling mendo’akan ketika kita bersin, terjadi peristiwa yang amat luarbiasa, yang akan sangat mudah difahami bagi yang mau merenunginya. Kita bisa saksikan bahwa dari peristiwa bersin ini saja ada yang bersyukur sehingga mendapat manfaat dan pahala darinya.

Ada yang menunjukkan kegembiraan kepada saudaranya dari peristiwa bersin ini sehingga mendapat manfaat dan pahala kebaikan darinya karena telah mendo’akan kebaikan kepada saudaranya yang sedang bersin. Lalu iapun mendapat balasan do’a dari saudaranya dengan do’a yang jika dikabulkan oleh Allah s.w.t maka tidak ada satupun yang ada diatas dunia ini yang bisa setara dengan yang diperolehnya.

Adakah nikmat yang lebih besar dari karunia Allah s.w.t berupa rahmat dan hidayah kepada kita? Yang dengan keduanya kita akan meraih cinta-Nya dan kebahagiaan sejati dan abadi di akherat sana. Dan hal ini tanpa disangka-sangka dapat kita raih melalui pelaksanaan adab ketika bersin dan menguap yang sebagian kita memandang sepele atasnya.

Semoga ulasan singkat saya ini bisa memberikan manfaat kepada anda semua, khususnya buat diri saya sendiri. Jika ada yang salah dalam tulisan ini pasti datangnya dari diri saya sendiri, sebab yang yang benar itu hanyalah dari Allah s.w.t. Mahasuci Allah s.w.t dengan segala pujian hanya untuk-Nya, Mahasuci Engkau ya Allah dengan segala pujian yang memang hanya untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang lain yang patut disembah selain Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu atas segala dosa dan kesalahanku.

Wassalamualaikum wr. wb.

Leave A Response »