Fadhilah Hari Jumat dan Adab-adab dalam Meraihnya [Bagian 3]

jamaah sholat jumatMelanjutkan tulisan saya pada artikel sebelumnya tentang fadhilah-fadhilah atau keutamaan-keutamaan yang terdapat pada hari Jumat serta adab-adab yang harus diperhatikan dan dilakukan secara istiqomah agar kita memiliki kesempatan yang lebih besar lagi untuk meraih fadhilah-fadhilah tersebut.

Kali ini saya lanjutkan dengan adab yang kelima, keenam dan ketujuh yang merupakan penyempurna empat adab sebelumnya yang telah saya tulis pada dua artikel saya sebelumnya. Jika anda belum pernah membacanya, maka saya sarankan sebaiknya anda baca disini: Keutamaan Hari Jumat [Bagian 1] dan Fadhilah Hari Jum’at [Bagian 2]. Agar anda bisa memahami topik ini secara berurutan dan secara keseluruhan.

Adab Kelima – Berusahalah Mendapatkan Shaf Pertama Jamaah Sholat Jumat

Sebagaimana hadits Rasululloh saw yang telah saya kutip pada artikel sebelumnya tentang adab yang keempat, bahwa ada tiga hal yang andaikata manusia itu mengetahui keutamaan yang akan diraihnya apabila mereka melakukannya, maka pastilah mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Ketiga hal tersebut adalah:

1. Adzan (Memanggil/mengajak manusia untuk sholat jamaah)
2. Shaf Pertama Sholat Jamaah.
3. Bersegera sejak pagi menuju masjid (untuk mengikuti ibadah sholat jumat)

Imam Alghozali mengatakan bahwa shaf pertama jamaah sholat jumat ini memiliki banyak sekali keutamaan. Imam Nawawi menambahkan penjelasan mengenai keutamaan yang akan diraih pada shaf pertama jamaah sholat jumat ini bahwa sesungguhnya Allah swt apabila melihat kepada seorang hamba yang sedang sholat maka Dia akan segera mengampuni dosa-dosanya lalu mengampuni orang-orang yang berada dibelakangnya.

Adab Keenam – Janganlah Melangkahi Manusia Karena Memaksa Ingin Mendapatkan Shaf Pertama Jamaah Sholat Jumat Tersebut

.

Pada adab yang keenam ini dijelaskan dan ditekankan agar kita tidak memaksakan diri mendapatkan shaf pertama ketika manusia telah berkumpul dan memenuhi ruangan masjid sehingga kita harus berjalan melangkahi manusia yang lainnya hanya untuk mencapai shaf pertama tersebut.

Tindakan ini justru akan menghilangkan keutamaan yang ingin diraih pada shaf pertama tersebut, bahkan sifatnya makruh sebab tindakan ini justru malah mengganggu jamaah yang lain yang dilewatinya. Yang terbaik adalah mengalah untuk tidak memaksakan diri dan lebih mementingkan akhlak yang baik untuk tidak mengganggu jamaah lainnya dengan melangkahi mereka.

Jika memang datangnya sudah terlambat dan ruangan masjid sudah dipenuhi oleh jamaah lainnya maka mengalah untuk tidak memaksakan diri mencapai shaf pertama tersebut adalah lebih baik. Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Jika dipaksakan maka dikhawatirkan akan terjebak oleh penyakit riya’ dan ‘ujub sehingga bukan fadhilah yang diperoleh akan tetapi malah keburukan yang didapati karena telah mengganggu jamaah lainnya.

Adab Ketujuh – Janganlah Berjalan didepan Orang Yang Sedang Sholat dan Janganlah Duduk Sebelum Mendirikan Sholat Tahiyyatul Masjid

Adab yang ketujuh ini merupakan adab terakhir yang harus benar-benar diperhatikan agar kita meraih fadhilah Jumat secara sempurna. Adab ini telah banyak dilalaikan oleh kebanyakan manusia zaman ini. Mungkin karena mereka tidak mengerti dan memahami atau mungkin bisa saja sudah tidak peduli dengan hal ini.

Mengenai hal ini Rasululloh saw pernah bersabda:

“Andai saja seseorang mengetahui apa yang ada didepan orang yang sedang sholat, maka sungguh berdiam diri dan menunggu untuk tidak lewat didepannya selama 40 hari adalah lebih baik baginya ketimbang berjalan didepan orang yang sedang sholat itu.”

Kemudian janganlah langsung duduk sebelum mendirikan sholat tahiyyatul masjid (penghormatan untuk masjid). Jumlah rokaatnya boleh dua ataupun empat rokaat. Dikatakan oleh Imam Al-Ghozali bahwa yang lebih baik jika memiliki waktu yang cukup adalah sholat tahiyyatul masjid sebanyak empat rokaat.

Namun apabila khawatir khotib telah menyelesaikan khutbah keduanya dan akan tertinggal takbiratul ihram bersamaan dengan imam, maka sebaiknya dua rokaat saja sudah cukup.

Disunnahkan membaca surah al-ikhlash sebanyak 50 kali pada setiap rokaat setelah selesai membaca alfatihah, sehingga total membaca al-ikhlas dalam empat rokaat tahiyyatul masjid menjadi 200 kali.

Sebab diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasululloh saw pernah bersabda:

“Barangsiapa yang sering membaca surah al-ikhlash sebanyak 200 kali dalam empat rokaat sholat tahiyyatul masjid ini, maka ia tidak akan meninggal sebelum ia melihat tempat duduknya di surga atau diperlihatkan tempat duduknya di surga.”

Dan diantara sunnah Rasululloh saw adalah membaca surah Al-An’am setelah membaca Al-Fatihah pada rokaat pertama, kemudian membaca surah Al-Kahfi setelah membaca Al-Fatihah pada rokaat kedua, lalu membaca surah Toha pada rokaat yang ketiga setelah membaca Al-Fatihah, dan pada rokaat keempat membaca surah Yaasin setelah membaca surah Al-Fatihah. Imam Al-Ghozali mengatakan dalam kitabnya Ihya’ ulumuddin bahwa terdapat begitu banyak fadhilah yang akan diperoleh dengan membaca keempat surah ini pada empat rokaat sholat tahiyyatul masjid ini.

Demikianlah uraian singkat tentang adab yang kelima, keenam dan ketujuh yang hendaknya diperhatikan dan dilakukan secara istiqomah agar kita bisa meraih fadhilah hari Jumat secara sempurna. Dengan demikian selesailah topik tentang keutamaan hari Jumat dan adab-adab dalam meraihnya ini.

Mudah-mudah bermanfaat buat anda dan khususnya buat saya pribadi sebagai penulis. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekeliruan yang ditemukan pada uraian saya ini. Yang benar itu dari Allah swt dan yang salah semata-mata dari saya sebagai manusia yang lemah dan sedikit ilmunya. Semoga Allah swt senantiasa menuntun langkah-langkah kita semua dalam mencari hidayah dan meraih cahaya rahmat-Nya.

Wallohu A’lam Bishshowab!

Sumber artikel:

Kitab Maroqil ‘Ubudiyyah – Imam Nawai Al Jawi Al Bantani. Syarah atas kitab Bidayatul Hidayah – Imam Al Ghozali.

Leave A Response »