Fadhilah Hari Jumat dan Adab-adab dalam Meraihnya [Bagian 2]

cahaya fajar hari jumatTulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya mengenai fadhilah-fadhilah yang terdapat pada hari Jumat serta adab-adab yang perlu diperhatikan dan dilakukan secara istiqomah agar kita mampu meraih fadhilah-fadhilah tersebut.

Sebagaimana telah disampaikan pada tulisan sebelumnya bahwa hari Jumat merupakan hari yang amat mulia disisi Allah swt, ia lebih mulia nilainya dibandingkan dengan hari-hari yang lain dalam seminggu, bahkan ia lebih mulia nilainya disisi Allah swt dibandingkan dengan hari raya Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha disebabkan begitu banyaknya fadhilah atau karunia Allah swt yang terdapat padanya.

Selain daripada itu, kemuliaan hari Jumat ini dikhususkan oleh Allah swt hanyalah untuk umatnya Nabi Muhammad saw tidak untuk umat-umat sebelumnya dan ia merupakan hari dimana kiamat hanya akan terjadi padanya.

Dalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasululloh saw. bersabda:

“Hari yang paling baik dimana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari ia dimasukkan kedalam surga, pada hari itu juga ia dikeluarkan dari surga, dan pada hari itulah kiamat terjadi.”

Diriwayatkan dari Aus bin Aus bahwa Rasululloh saw. bersabda, “Hari kamu yang paling utama adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari itu pula peniupan sangkakala dan kehancuran kiamat terjadi. Maka perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu, karena sholawat kalian diperlihatkan kepadaku.”

( HR Abu Dawud, Annasa’i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, dan Al Baihaqi dalam kitab Ad Da’awat Alkabir )

Dalam musnad Ath-Thabarani Al-Awsath dan Al-Hilyah karya Abu Nu’aim diriwayatkan dari Anas r.a. Rasululloh saw bersabda, “Hari-hari telah diperlihatkan kepada saya. Ketika hari Jumat diperlihatkan kepada saya, ternyata ia bagaikan cermin putih yang ditengahnya ada noda hitam. Saya (Rasululloh saw) bertanya(kepada Allah swt), ‘Apa (noda hitam) ini? Dijawab(oleh Allah swt), “Kiamat.”

Karena telah dikabarkan oleh Allah swt melalui lisan Rasululloh saw bahwa kiamat hanya akan terjadi pada hari Jumat saja, maka semua makhluk yang ada di jagad raya ini merasa sangat cemas dan takut yang luar biasa pada setiap hari Jumat, kecuali manusia dan jin.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasululloh saw. bersabda, “Hari yang paling baik dimana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, diturunkan (dari surga ke dunia), diterima tobatnya, dan meninggal. Pada hari itu pula kiamat terjadi. Semua makhluk yang ada di bumi memasang telinga pada hari Jumat dari mulai subuh sampai matahari terbit karena takut akan kiamat, kecuali jin dan manusia.”

( Hadits Shohih dalam kitab Al-Muwaththo’ Imam Malik, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, dan Musnad Imam Ahmad )

Itulah mengapa Rasululloh saw, para sahabat, tabi’in dan generasi penerus sesudah mereka sampai kepada para ulama lurus zaman ini senantiasa menyampaikan kepada kita betapa pentingnya mengkhususkan hari ini spesial untuk aktifitas akherat saja agar jika seandainya kiamat itu terjadi kita sebagai umatnya Rasululloh saw tidak dalam keadaan lalai dan disibukkan oleh kehidupan dunia semata.

Berikut adalah Adab Keempat yang Harus diperhatikan dan diamalkan secara istiqomah pada hari Jumat, ini adalah lanjutan dari tiga macam adab sebelumnya:

Berangkat dan Bersegera Menuju ke Masjid sejak Awal Waktu

.

keutamaan hari jumat dan fadhilahnyaAwal waktu pada hari Jumat disini dimulai sejak terbitnya fajar di waktu subuh. Imam Al-Ghozali menekankan betapa pentingnya adab ini dalam rangka memaksimalkan peluang bagi kita untuk dapat meraih keutamaan, kemuliaan dan karunia yang ada pada hari Jumat ini. Adab ini menunjukkan persiapan hati dan jiwa dalam usaha meraih semua karunia dan kemuliaan itu dan sebagai bukti sikap mementingkan dan memuliakan hari yang dikhususkan ini.

Dalam sebuah hadits, Rasululloh saw. bersabda, “Barangsiapa orang pertama yang berangkat (dan masuk kedalam masjid) maka ia sama seperti orang yang berkurban seekor unta. Barangsiapa orang kedua yang berangkat dan masuk kedalam masjid maka ia sama seperti orang yang berkurban seekor sapi. Barangsiapa orang ketiga yang berangkat dan masuk kedalam masjid maka ia sama seperti orang yang berkurban seekor kambing. Barangsiapa orang keempat yang berangkat dan masuk kedalam masjid maka ia sama seperti orang yang berkurban seekor ayam. Barangsiapa orang kelima yang berangkat dan masuk kedalam masjid maka ia sama seperti orang yang berkurban dengan sebutir telur. Maka apabila Imam/Khotib telah keluar untuk naik keatas mimbar maka ditutuplah buku catatan amal dan para malaikatpun berkumpul disekitar mimbar untuk mendengarkan peringatan/khutbah yang akan disampaikan oleh Imam/Khotib.”

Dikatakan pula oleh para ulama bahwa kedekatan jarak seseorang untuk dapat melihat wajah Allah swt nanti di surga ditentukan oleh kadar atau level usahanya dalam bersegera menuju ke mesjid pada hari Jumat ini. Disamping itu dikatakan bahwa waktu mustajab yang disembunyikan oleh Allah swt pada hari Jumat ini ada yang berpendapat bahwa waktu tersebut terdapat diantara waktu ketika Imam duduk diantara dua khutbah sampai dengan ketika ia salam selesai sholat jamaah Jumat.

Oleh sebab itu, Imam Al-Ghozali memberikan nasehat kepada kita untuk memperhatikan dan mengamalkan secara istiqomah adab yang keempat ini. Beliau katakan hendaklah kita khususkan hari Jumat ini melebihi hari-hari yang lain dalam seminggu khusus untuk aktifitas persiapan kehidupan akherat kita.

Berpagi-pagilah menuju ke masjid untuk meraih karunia dan kemuliaan yang terdapat pada hari Jumat ini. Berjalanlah dengan tenang dan tawadhu’ menuju ke masjid, persiapkanlah niat yang tulus dan ikhlas hanya untuk meraih keridho’an dari Allah swt dan hindarkalan sifat riya’ dan ujub dalam mengamalkan adab yang keempat ini.

Dalam sebuah hadits lain Rasululloh saw bersabda, “Ada tiga hal yang apabila manusia itu mengetahui (karunia dan kemuliaan yang akan diperolehnya jika melakukannya) maka pasti mereka akan berlomba-lomba melakukannya yaitu: Adzan (memanggil dan mengajak manusia untuk sholat berjamaah), Shaf pertama (dalam sholat berjamaah) serta berpagi-pagi(bersegera) menuju (sholat jamaah) Jumat.”

Demikianlah uraian singkat mengenai fadhilah hari jumat ini, mudah-mudahan dengan motivasi dan niat yang ikhlas, adab keempat ini akan mampu memberikan peluang yang lebih besar kepada kita untuk dapat meraih kemuliaan, rahmat dan karunia yang disediakan oleh Allah swt khusus pada hari Jumat yang mulia ini.

Sehingga kwalitas hati, jiwa, kepribadian dan karakter kehambaan kita semakin meningkat setiap waktu untuk menjadi pribadi-pribadi mulia yang tawadhu’ dalam rangka mempersiapkan diri menuju kehidupan sejati selanjutnya yang lebih abadi dibandingkan dengan kehidupan dunia yang fana ini.

Kurang lebihnya saya mohon maaf, yang benar itu datangnya hanya dari Allah swt dan apabila ditemukan banyak kekeliruan, kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini, itu pasti datangnya dari saya dan semata-mata kekurangan saya sebagai manusia.

Terimakasih telah meluangkan waktu membaca artikel ini, sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Semoga Allah swt senantiasa menuntun langkah-langkah kita dalam perjalan meraih hidayah dan menuju cahaya-NYa dan menjauhkan kita semua dari niat yang lain selain hanya niat untuk meraih keridho’an-Nya.

Aamiin Ya Robbal ‘alamiin….

Sumber artikel:

1. Ensiklopedia Kiamat – Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar
2. Maroqil ‘Ubudiyyah – Imam Nawawi Al Jawi Al Bantani rahmatulloh ‘alaih
3. Bidayatil Hidayah – Imam Al-Ghozali rahmatulloh ‘alaih

Leave A Response »