Fenomena Suara dari Langit Yang Menggemparkan Amerika dan Eropa

tiupan sangkakalaSebagaimana kita ketahui beberapa hari terakhir ini, dunia digemparkan oleh berita-berita mengenai fenomena suara dari langit yang terjadi pada beberapa daerah di Amerika dan Eropa. Puluhan video diunggah di Youtube mengenai fenomena suara dari langit ini sehingga menggemparkan dunia dan masih menjadi perbincangan yang menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan apakah suara ini adalah suara trompet sangkakala yang merupakan salah satu tanda-tanda kiamat itu?

Sebagai seorang muslim, kita tidak perlu ikut terlarut dalam kebingungan yang terjadi akibat dari simpang-siurnya informasi mengenai hal ini. Kita sebagai muslim sudah memiliki informasi yang jelas dan terpercaya mengenai segala hal yang menjadi tanda-tanda kiamat yang telah disampaikan oleh rasululloh s.a.w melalui banyak hadits dan riwayat yang menjelaskan mengenai hal ini.

Berkaitan dengan fenomena suara dari langit yang dianggap sebagai suara sangkakala ini, apakah benar ia merupakan suara sangkakala sebagai salah satu tanda akan terjadinya kiamat sebagaimana yang telah disampaikan oleh rasululloh s.a.w dalam beberapa riwayat yang mutawatir mengenai hal ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita kembali menelaahnya berdasarkan riwayat-riwayat yang menjelaskan secara jelas sebagai bentuk tabayyun yang musti kita lakukan dalam menerima informasi ataupun berita yang belum jelas sebagaimana yang telah tersebar pada berbagai situs berita dan sosial maupun media televisi dan media cetak.

Dalil-dalil Tentang Tiupan Sangkakala

Saya akan mulai mengenai hal ini dengan dalil pertama mengenai tiupan sangkakala yang disampaikan oleh Allah s.w.t melalui firman-Nya didalam surah Az Zumar ayat 68 yang artinya sebagai berikut:

“Dan ditiuplah sangkakala(ash-shur), maka matilah semua yang ada di langit dan yang ada di bumi, kecuali yang Allah kehendaki. Kemudian ditiup kembali, maka berdirilah mereka menunggu”.

Tiupan sangkakala itu adalah tiupan yang menakutkan dan menghancurkan. Bila seseorang mendengarnya, maka ia tidak akan sempat lagi mewasiatkan sesuatu, dan tidak akan mampu kembali kepada keluarga atau kerabatnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Allah s.w.t dalam firman-Nya juga didalam surah Yasin ayat 49-50 yang artinya:

“Mereka tidak menunggu apapun melainkan satu suara yang sangat keras yang menyambar mereka ketika mereka sedang bertengkar. Maka mereka tidak dapat memberi wasiat dan tidak kembali kepada keluarga mereka”.

Rasululloh s.a.w menyampaikan perihal tiupan sangkakala ini didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya sebagai berikut:

“Kemudian ditiuplah sangkakala. Setiap orang yang mendengarnya pasti mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Orang pertama yang mendengarnya ialah lelaki yang sedang menambal tempat minum untanya. Maka, matilah dia, lalu matilah seluruh manusia”. (Sahih Bukhari, Fathul Bari, XIII h. 82 dan XI h. 352)

Kapan Sangkakala itu Ditiup?

Mengenai hal ini, ada satu hadits yang diriwayatkan dari Aus bin Aus bahwa Rasululloh s.a.w bersabda yang artinya sebagai berikut:

“Hari kamu yang paling utama adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari itu pula peniupan sangkakala dan kehancuran kiamat terjadi. Maka perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu, karena sholawat kalian diperlihatkan kepadaku”. 

(Hadits riwayat Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, ad-Darimi, dan al-Baihaqi dalam kitab ad-Da’awat al-Kabir)

Berapa Kalikah Sangkakala Ditiup?

Yang jelas, berdasarkan firman Allah s.w.t dalam surah az-Zumar ayat 68 diatas dapat difahami bahwa malaikat Isrofil akan meniup sangkakala sebanyak dua kali saja, tiupan yang pertama yang mengakibatkan kematian dan tiupan yang kedua akan mengakibatkan kebangkitan.

Walaupun ada juga beberapa ulama yang berpendapat bahwa tiupan sangkakala itu terjadi sebanyak tiga kali, yaitu tiupan ketakutan, tiupan kematian, dan tiupan kebangkitan. Diantara yang berpendapat seperti ini ialah Ibnu al-Arabi, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Katsir, dan as-Safarini. Argumentasi mereka ialah bahwa Allah s.w.t menyebutkan tiupan ketakutan dalam firman-Nya yang artinya sebagai berikut:

“Dan (ingatlah) ketika sangkakala ditiup, lalu takutlah semua yang ada dilangit dan yang ada dibumi kecuali yang Allah kehendaki”. (QS Surah an-Naml: 87)

Mereka juga berargumen berdasarkan beberapa hadits yang menyatakan bahwa tiupan itu tiga kali, seperti hadits panjang tentang sangkakala, yang diriwayatkan oleh ath-Thabari. Pada salah satu bagiannya disebutkan, “Kemudian sangkakala ditiup dengan tiga tiupan; tiupan ketakutan, tiupan kematian, dan tiupan kebangkitan menghadap Tuhan semesta alam”. Namun Ibnu Hajar al-Asqolani menganggap hadits ini dho’if didalam kitab al-Hujjah fi ‘Ilmil al-Hadits yang dikutipnya dari Imam al-Baihaqi.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah dipaparkan secara singkat mengenai tiupan sangkakala ini berdasarkan dalil-dalil yang telah dikemukakan diatas, maka kita sebagai muslim haruslah memiliki sikap dan keyakinan yang jelas dan kuat sesuai petunjuk dari Allah s.w.t dan juga dari Rasululloh s.a.w mengenai hal ini.

Mengenai fenomena suara dari langit yang terjadi pada beberapa tempat di Eropa dan Amerika sebagaimana yang tersebar belakangan ini hendaklah kita sikapi dengan tenang dan tawakkal kepada Allah s.w.t yang lebih mengetahui tentang hakikat yang sebenarnya.

Terlepas dari kemungkinan benar atau tidaknya fenomena suara yang terjadi ini berkaitan dengan nubuwwat tiupan sangkakala sebagai salah satu tanda dari sekian banyak tanda-tanda terjadinya kiamat, dan terlepas dari perbedaan pendapat yang terjadi, maka sikap yang paling bijaksana bagi kita sebagai muslim adalah menyerahkan urusannya kepada Allah s.w.t.

Yang jelas, keyakinan kita haruslah tetap kuat dan kokoh bahwa hari itu pasti akan terjadi, tiupan sangkakala itu pasti akan terjadi, sebagai tanda kiamat akan terjadi. Ini adalah salah satu rukun atau bagian dari keimanan kita. Pertanyaan amat penting yang harus segera direnungkan adalah apakah kita sudah siap menghadapi perkara besar yang akan kita hadapi setelah kiamat itu terjadi?

Wallohu A’lam bish-showab wa huwa khoirul musta’an…

3 Comments »

  1. dieng July 19, 2016 at 2:45 am - Reply

    apapun sebab musabab fenomena tersebut semoga hal tersebut bisa menjadi pengingat agar kita senantiasa ingat pada yang diatas

    aamiin

  2. Ahmad Wajidi January 21, 2016 at 12:03 pm - Reply

    Waalaikum salam wr. wb.

    Sama-sama pak Muchtar, salam silaturrahim juga dari saya, terimakasih telah mengunjungi blog saya ini…

  3. Mukhtar Latif January 15, 2016 at 9:55 am - Reply

    Salam silaturrahim

Leave A Response »