Menuntut Ilmu dan Nasehat Sayyidina Ali bin Abi Tholib ra

alqur'an sumber ilmuKumail* bin Ziyad menceritakan…Sayyidina Ali ra menggandeng tanganku dan membawaku ke sebuah pinggiran padang pasir lalu kami berdua duduk disana. Setelah menarik nafasnya ia berkata, “Wahai Kumail, ketahuilah bahwa hati itu adalah kendaraan [bagi ilmu], oleh sebab itu sebaik-baik hati adalah yang paling banyak ilmunya”.

Ingatlah selalu apa yang akan aku katakan ini padamu…

Manusia itu [dari segi ilmu] dapat dibagi menjadi tiga golongan: (1) Orang yang cermat dalam berilmu [yang mempraktekkan apa yang telah diketahuinya] (2) Para penuntut ilmu, yaitu orang yang terus-menerus selalu belajar atau menuntut ilmu sebagai jalan keselamatannya (3) Orang-orang bodoh yang hanya ikut-ikutan saja, yang mengikuti apa saja dan siapa saja yang lewat bersama angin yang berhembus; mereka tidak pernah memperoleh pencerahan dari ilmu dan tidak memiliki sumber yang terpercaya untuk dijadikan rujukan [dalam urusan agama].

ilmu itu nilainya lebih baik daripada kekayaan sebab ilmu akan menjagamu, sedangkan kekayaan, justru kamulah yang harus menjaganya. ilmu akan terus bertambah ketika digunakan, sementara kekayaan akan semakin berkurang ketika dipergunakan. Mencintai para ulama merupakan bagian penting dari praktek keagamaan.

Berdasarkan nasehat dari sayyidina Ali ra ini, yang dijuluki pintu gerbangnya kebijaksanaan dan ilmu. Dengan wawasan keagamaan yang sangat mendalam dan luas, beliau membagi para pencari ilmu kedalam tiga kategori. Beliau menasehati kita agar jangan sampai menjadi bagian dari orang-orang yang tidak mau ambil peduli, yang menjalankan praktek-praktek agamanya berdasarkan kesimpulan bersifat acak dari orang-orang awam, dan terlebih lagi yang tidak memiliki guru yang terpercaya untuk dapat dijadikan rujukan saat mencari petunjuk kebenaran.

daun jatuh dari pohonOrang yang beriman bukan seperti daun yang berterbangan ditiup oleh angin, semakin angin berhembus kencang maka ia akan semakin tertiup jauh dari pohonnya. Begitulah perumpamaan orang yang bertanya-tanya dalam kegelapan, merasa bingung dan bimbang, ia malah semakin jauh dari pencerahan karena mencari petunjuk yang tidak langsung bersumber dari Rasululloh SAW yang terkandung didalam intisari ilmu.

Carilah seorang guru atau mursyid yang memiliki integritas pengajaran yang lurus lalu dengan sikap rendah hati jadikanlah ia sebagai penunjuk jalan bagi anda. InsyaAllah dengan demikian Allah akan membawa anda menemukan jalan kebenaran yang sejati dan mengangkat derajat anda kepada derajat yang lebih tinggi lagi.

Ingatlah para pencari ilmu yang terpuji seperti ini, dengan kejujuran, kemurnian dan ketinggian niatnya hanya untuk mencari petunjuk untuk memperoleh pencerahan dari ilmunya akan mampu membedakan mana pencari ilmu yang terpuji dan mana pencari ilmu yang tercela. Sebagaimana Rasululloh SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya”.

Lindungilah akherat anda dengan ilmu dan menuntut ilmu serta cintailah para ulama; mereka adalah para pewaris keilmuan para Nabi. Semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan keberkahan untuk kita dengan kemampuan untuk menjadi para pencari ilmu yang sejati sesuai kadar kemampuan kita.

*Kumail adalah salah seorang murid sayyidina Ali ra, beliau hidup pada zaman para tabi’iin [generasi penerus setelah para sahabat]. Beliau terkenal sebagai salah seorang periwayat hadits-hadits langsung dari para sahabat. Riwayat-riwayat hadits dari beliau sangat terpercaya, sebab selain dari sayyidina Ali ra, beliau juga banyak meriwayatkan hadits-hadits dari para sahabat lain seperti sayyidina Umar bin Khottob ra, Usman bin ‘Affan ra, Ibnu Mas’ud ra, Ayahny Ziyad dan Abu Hurairah ra.

Leave A Response »