Manfaat dan Keutamaan Puasa Bulan Syawal

puasa bulan syawalSegala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan hidayah untuk taat hanya kepada-Nya. Barangsiapa yang telah diberikan petunjuk oleh Allah maka tidak akan ada seorangpun yang mampu menyesatkannya. Dan barangsiapa yang telah disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada seorangpun yang mampu memberikan petunjuk baginya.

Tidak terasa sebentar lagi bulan Romadhon akan segera meninggalkan kita. Bulan yang penuh dengan kemulyaan ini telah banyak mendidik dan melatih hati kita dengan berbagai macam ibadah yang wajib maupun sunnahnya terutama ibadah puasanya, agar hati kita memiliki kekuatan yang teruji secara konsisten mampu mengontrol dorongan keinginan jasmaniah kita untuk tunduk dan patuh hanya pada perintah dan tuntunan yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Tibalah sebentar lagi bulan Syawal akan menghampiri kita. Bulan perayaan, simbol perayaan atas keberhasilan orang-orang yang beriman dalam melatih hawa nafsunya selama sebulan penuh agar tunduk dibawah kontrol hati yang hanya taat kepada Tuhannya saja. Makna kata syawal banyak diartikan dengan peningkatan, sehingga banyak yang mengartikan bulan syawal sebagai bulan peningkatan. Hal ini sebagai nasehat untuk kita agar tetap istiqomah dalam beramal setelah selesai melaksanakan ibadah shiyam pada bulan Romadhon sebelumnya.

Keutamaan Bulan Syawal

Tentulah bulan ini memiliki banyak kemulyaan. Disamping sebagai momentum kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman setelah berhasil melatih hati agar mampu mengontrol dorongan hawa nafsunya melalui ibadah puasa selama sebulan penuh, bulan Syawal ini bisa diartikan juga sebagai momentum perayaan kemenangan dan kesuksesan yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman sebagai pembuktian bahwa Iblis itu tidak akan mampu mengalahkan hamba-hamba yang hatinya senantiasa terhubung dengan Tuhannya yaitu Allah subhanahu wa ta’ala.

Puasa Bulan Syawal

Keutamaan lain yang ditawarkan oleh bulan Syawal ini bisa kita dapati pada apa yang pernah disampaikan oleh Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam didalam sebuah hadits shohih yang diriwayatkan dari Abu Ayyub Radhiyallahu ‘Anhu tentang keutamaan puasa bulan syawal bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.

(H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dalam sebuah riwayat disebutkan juga bahwa:

Allah melipat-gandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Puasa bulan Ramadhan setara dengan berpuasa sebanyak sepuluh bulan. Dan puasa enam hari bulan Syawal yang akan menggenapkannya menjadi satu tahun.

(H.R An-Nasa’i dan Ibnu Majah dan dicantumkan dalam Shahih At-Targhib).

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Syawal

Berikut adalah tata cara pelaksanaan puasa syawal secara ringkas:

  • Puasanya dilakukan selama enam hari.
  • Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  • Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  • Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh. Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib. Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah.

Manfaat Puasa Bulan Syawal

Sebagaimana puasa pada bulan Romadhon memiliki keistimewaan, maka puasa pada bulan Syawal juga memiliki keistimewaan dan manfaat tersendiri. Berikut akan saya sampaikan beberapa manfaat yang akan diperoleh oleh orang yang melakukannya.

Puasa syawal akan menutup kekurangan dan menyempurnakan puasa wajib bulan Romadhon

Yang dimaksudkan di sini bahwa puasa bulan syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa bulan Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.

Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan

Jika Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.

Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf yaitu:

Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.

Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya,

Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.

Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah

Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah? Begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadar di akhir-akhir bulan Ramadhan?

Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.”.

Sampai-sampai Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pun yang telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang banyak melakukan shalat malam. Ini semua beliau lakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah berikan.

Melaksanakan puasa syawal menandakan sikap yang istiqomah dalam beribadah

Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan itu berakhir. Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan. Sebagian manusia begitu bergembira dengan berakhirnya bulan Ramadhan karena mereka merasa berat ketika berpuasa dan merasa bosan ketika menjalaninya.

Siapa yang memiliki perasaan semacam ini, maka dia terlihat tidak akan bersegera melaksanakan puasa lagi setelah Ramadhan karena kepenatan yang ia alami. Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa setelah hari ’ied, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci.

Ibnu Rajab berkata sebagai berikut,

Barangsiapa melakukan dan menyelesaikan suatu ketaaatan, maka di antara tanda diterimanya amalan tersebut adalah dimudahkan untuk melakukan amalan ketaatan lainnya. Dan di antara tanda tertolaknya suatu amalan adalah melakukan kemaksiatan setelah melakukan amalan ketaatan. Jika seseorang melakukan ketaatan setelah sebelumnya melakukan kejelekan, maka kebaikan ini akan menghapuskan kejelekan tersebut…

Yang sangat bagus adalah mengikutkan ketaatan setelah melakukan ketaatan sebelumnya. Sedangkan yang paling jelek adalah melakukan kejelekan setelah sebelumnya melakukan amalan ketaatan. Ingatlah bahwa satu dosa yang dilakukan setelah bertaubat lebih jelek dari 70 dosa yang dilakukan sebelum bertaubat…

Mintalah pada Allah agar diteguhkan dalam ketaatan hingga kematian menjemput. Dan mintalah perlindungan pada Allah dari hati yang terombang-ambing.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kita untuk istiqomah dalam ketaatan hingga maut menjemput. Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan dan memudahkan kita untuk menyempurnakannya dengan melakukan puasa bulan Syawal.

One Comment »

  1. Oes March 31, 2017 at 12:28 pm - Reply

    Alhamdulillah saya juga mau mulai menjalankan dengan serius

Leave A Response »