Puasa-puasa Sunnah dan Kiat dalam Meraih Keutamaan Berpuasa

puasa sunnah setelah romadhonKetahuilah bahwa puasa itu merupakan alat kendali hawa nafsu bagi orang-orang yang beriman dan juga merupakan sarana latihan hati dan jiwa untuk meraih derajat orang-orang yang bertaqwa. Ia merupakan asas/dasar dari segala macam ibadah. Ia adalah benteng pertahanan bagi hawa nafsu dari segala keinginan dan kecenderungan untuk berbuat maksiat.

Sehingga sudah sepantasnyalah setiap muslim memanfaatkan puasa ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kwalitas pribadinya agar mampu meraih derajat taqwa ini yaitu derajat yang akan mengantarkannya meraih keistimewaan disisi Allah Swt.

Sangat disayangkan sekali pada masa sekarang ini dimana kebanyakan muslim saat ini hanya mengenal puasa Romadhon saja yang dilakukan hanya sekali dalam setahun, itupun terkadang dilakukan dengan kadar kwalitas yang seadanya dan sekedar gugur kewajiban saja.

Sehingga dapat kita saksikan pada kenyataan dan fakta yang terjadi saat ini kondisi yang menggambarkan bagaimana puasa Romadhon tidak memberikan efek sedikitpun bagi perubahan pribadi dan akhlak taqwa sebagaimana yang diharapkan.

Perlu diketahui bahwa ibadah puasa yang dianjurkan oleh Rasululloh Saw itu sangat banyak sekali. Janganlah hanya selesai pada puasa yang diwajibkan pada bulan Romadhon saja sehingga melewatkan puasa-puasa sunnah yang juga menawarkan kesempatan untuk kita bisa meraih keutamaan-keutamaan yang akan dapat mengangkat derajat kita menjadi lebih tinggi lagi disisi Allah Swt.

Puasa-puasa Sunnah

Diantara puasa-puasa sunnah selain dari puasa wajib yang dilaksanakan pada bulan Romadhon antara lain sebagai berikut:

1. Puasa Hari ‘Arofah.

Ini adalah puasa yang disunnahkan untuk dilakukan bagi orang yang tidak sedang mengerjakan ibadah haji. Tepatnya pada tanggal 9 Zulhijjah. Pahala puasa sunnah ‘arofah ini dapat menghapus dosa-dosa kecil kita dua tahun terakhir.

2. Puasa Hari ‘Asyuro.

Ini adalah puasa yang disunnahkan oleh Rasululloh Saw untuk dilakukan karena memiliki keutamaan yang luar biasa dimana pahalanya mampu menghapus dosa-dosa kecil yang telah kita lakukan setahun yang lalu. Waktunya dilakukan pada tanggal 10 bulan Muharrom.

3. Puasa pada 10 hari pertama bulan Zulhijjah, Muharrom, Rajab dan Sya’ban.

Ini adalah puasa-puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada salah satu dari 10 hari pertama bulan-bulan tersebut. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa tidak ada hari-hari beramal yang lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Swt melebihi sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah. Berpuasa 1 hari dari 10 hari pertamanya sama pahalanya dengan berpuasa sunnah selama 1 tahun dan ibadah qiyamullail padanya sama pahalanya dengan qiyamullail pada malam lailatul qodar.

Sementara untuk bulan rajab dan sya’ban dikatakan bahwa Rasululloh Saw senantiasa memperbanyak berpuasa pada bulan-bulan tersebut karena keutamaan yang terkandung padanya dan pahalanya mampu menghapus dosa-dosa kecil satu bulan.

4. Puasa pada setiap awal, pertengahan dan akhir bulan.

Ini adalah puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasululloh Saw dimana pahalanya akan menghapus dosa-dosa kecil kita pada bulan tersebut. Ini disebut juga puasa hari hitam untuk menghilangkan kekhawatiran gelapnya hati akibat dosa-dosa yang lalai/terlewatkan dari permohonan ampun dan taubat oleh kita pada bulan tersebut.

5. Puasa Hari putih yaitu Tanggal 13, 14 dan 15 pada setiap bulan, kecuali pada bulan Zulhijjah maka tanggal 13 diganti dengan tanggal 16 atau 17.

Ini adalah puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasululloh Saw dimana pahalanya akan menghapus dosa-dosa kecil kita pada bulan tersebut. Ini disebut juga puasa hari putih untuk membersihkan hati kita dari noktah dosa-dosa kecil yang lalai/terlewatkan dari permohonan ampun dan taubat oleh kita pada bulan tersebut.

6. Puasa 6 hari berturut-turut pada bulan Syawwal.

Mengenai puasa sunnah ini Rasululloh Saw pernah bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Romadhon kemudian ia melanjutkannya dengan berpuasa 6 hari pada bulan Syawwal maka pahalanya sama seperti ia telah berpuasa wajib selama satu tahun penuh”.

7. Puasa hari Senin dan Kamis.

Rasululloh Saw tidak pernah meninggalkan puasa hari senin dan kamis ini sampai akhir hayatnya. Pahalanya mampu menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama satu minggu yang lalu.

Beliau Saw bersabda bahwa pada hari senin dan kamis amal-amal perbuatan manusia yang telah dicatat oleh malaikat itu dilaporkan kepada Allah Swt dan aku suka ketika amal perbuatanku dilaporkan aku sedang berpuasa.

keutamaan berbuka puasaKiat dalam Meraih Fadhilah Berpuasa

Lalu bagaimanakah cara kita meraih fadhilah dan manfaat yang ditawarkan oleh puasa tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini sebaiknya kita renungkan nasehat yang pernah disampaikan oleh Imam Al Gozali rahmatulloh ‘alaih berikut ini:

“Janganlah kalian mengira bahwa puasa itu hanya sebatas pada menahan diri dari makan, minum dan bersenggama pada siang hari saja”.

Dan perhatikanlah sabda Rasululloh Saw berikut ini:

“Berapa banyak orang yang berpuasa itu tidak mendapatkan apapun (pahala/manfaat sedikitpun) dari puasanya selain hanya rasa lapar dan dahaga saja”.

Dan sabda beliau Saw yang lain berikut ini:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan maupun perbuatan yang buruk/keji maka Allah Swt tidak butuh sedikitpun ia meninggalkan makan dan minumnya saat berpuasa”.

Oleh sebab itu kiat untuk meraih keutamaan dan manfaat dari berpuasa itu tidak akan bisa diraih hanya dengan sekedar meninggalkan makan, minum dan lainnya yang membatalkan puasanya saja, akan tetapi lakukanlah puasa itu dengan sempurna.

Selain menahan diri dari makan, minum dan segala yang membatalkannya hendaknya juga menahan dan menjaga seluruh anggota tubuh dan panca indera ( pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan yang lainnya ) dari segala perbuatan dosa yang dibenci/dimurkai oleh Allah Swt.

5 Hal yang Harus Diperhatikan untuk Meraih Keutamaan Puasa

keutamaan ibadah puasaSebelum kita membahas apa saja 5 hal yang perlu kita perhatikan agar kita mampu memperoleh manfaat, keutamaan dan nilai yang ditawarkan oleh ibadah puasa maka ada baiknya kita renungkan sama-sama beberapa hadits dari Rasululloh Saw yang menjadi dasar pembahasan kelima hal penting ini nanti.

Hadts yang pertama. Diriwayatkan dari Jabir ra yang memperoleh riwayat dari ‘anas bin malik ra dari Rasululloh Saw pernah bersabda:

“Lima hal yang dapat menggugurkan pahala orang yang berpuasa yaitu berbohong, ghibah (membicarakan keburukan orang lain), namimah (berbuat kerusakan dikalangan manusia), sumpah palsu dan memandang dengan syahwat”.

Hadits yang kedua. Rasululloh Saw pernah bersabda:

“Puasa itu sesungguhnya adalah benteng, maka apabila salah seorang diantara kalian berpuasa maka hendaklah ia tidak berkata-kata kotor, tidak berbuat kefasikan dan tidak berbuat bodoh. Apabila ada seseorang yang mengajaknya berkelahi atau memakinya maka hendaklah ia berkata kepadanya ‘aku sedang berpuasa'(artinya tidak perlu diladeni)”.

Berikut adalah 5 hal yang harus diperhatikan jika ingin puasa yang dikerjakan memberikan manfaat dan fadhilah sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasululloh Saw didalam hadits-haditsnya.

1. Menjaga mata dari melihat dan memandang segala hal yang dibenci oleh Allah Swt dan segala sesuatu yang akan melalaikan hati dari mengingat Allah Swt.

Dalam hal ini Rasululloh Saw pernah bersabda:

“Pandangan itu merupakan anak panah beracun dari sekian banyak anak beracun yang dimiliki oleh Iblis la’natulloh ‘alaih. Barangsiapa yang meninggalkan pandangan karena takut kepada Allah ‘azza wajalla maka Allah Swt akan memberikan manisnya iman didalam hatinya”.

2. Menjaga lisan dari berkata-kata yang tidak penting dan tidak bermanfaat baginya.

Dalam hal ini Rasululloh Saw pernah bersabda:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan maupun perbuatan yang buruk/keji maka Allah Swt tidak butuh sedikitpun ia meninggalkan makan dan minumnya saat berpuasa”.

3. Menjaga Telinga dari mendengarkan segala hal yang diharamkan oleh Allah Swt untuk didengarkan.

Seperti mendengarkan pembicaraan dari orang yang sedang membicarakan keburukan orang lain (ghibah). Karena segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah Swt untuk diucapkan maka diharamkan pula untuk didengarkan.

4. Berusahalah berbuka puasa dengan makanan/minuman yang halal.

Tidak akan ada maknanya puasa yang dilakukan dengan cara menahan diri dari makanan/minuman yang halal pada saat berpuasa namun kemudian makan dan minum yang tidak halal pada saat berbuka. Jika seperti ini yang dilakukan maka diumpamakan sama seperti orang yang sedang membangun sebuah istana namun malah menghancurkan negaranya.

jangan berlebihan saat berbuka5. Janganlah berlebihan makan/minum saat berbuka.

Sesungguhnya tujuan menahan diri dari makanan/minuman yang halal pada saat berpuasa adalah untuk menghancurkan syahwat dan melemahkan kekuatan jasmani untuk membantu memperkuat ketaatan kepada Allah Swt.

Rasululloh Saw pernah bersabda:

“Tidak ada bejana yang paling dibenci oleh Allah Swt melebihi perut yang dipenuhi oleh makanan yang halal”.

Ketika anda berlebihan makan/minum yang halal pada saat anda berbuka dengan menambahkan porsi makan/minum karena anda berfikir seharian pada siangnya tadi anda tidak makan/minum karena telah berpuasa maka sungguh tidak akan ada bedanya lagi ketika anda berpuasa dan tidak berpuasa.

Inilah puasanya orang-orang khusus, puasanya orang-orang sholeh yang akan memberikan peluang bagi mereka meraih derajat yang tinggi disisi Allah Swt serta mendapatkan keutamaan dan manfaat untuk perbaikan kwalitas pribadi dan akhlaknya sebagaimana pribadi orang-orang yang bertaqwa.

Wallohu a’lam bisshowab…

Dikutip dari kitab Marooqil ‘ubudiyyah Imam Nawawi Al Jawi – Syarah kitab Bidayatul Hidayah Hujjatul Islam Imam Al Gozali.

Subhaanakallohumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik…

Allohumma ‘allimnaa bimaa yanfa’unaa, wanfa’naa bimaa ‘allamtanaa waj’al maa nata’allamu hujjatan lanaa walaa ‘alainaa..
wazidnaa ‘ilman yaa robbal ‘alamiin…

Leave A Response »