Ujub – Penyakit Akut yang Menggerogoti Hati Warisan Iblis

sifat ujub warisan iblisIni adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berkaitan dengan topik tiga jenis penyakit hati yang paling berbahaya.

Kali ini saya akan mencoba mengajak kita semua untuk mencermati dan memahami penyakit yang kedua dari tiga jenis penyakit hati yang paling berbahaya ini yaitu ujub.

Tujuannya adalah agar kita mampu mengetahui dan menyadari betapa berbahayanya penyakit hati ini, apa saja penyebab munculnya dan bagaimana cara mengobati dan membersihkan hati kita darinya.

Allah SWT berfirman…

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa saja.”

(Al-Qashash, 28: 83)

Pengertian Ujub

Didalam kitabnya “Bidayatul Hidayah” Hujjatul Islam Imam al-Ghozali mendefinisikan penyakit ujub ini sebagai berikut: “Ketika seseorang memandang dirinya mulia dan ingin dianggap mulia, dan ketika memandang orang lain dengan pandangan yang rendah dan hina”.

Salah satu ciri yang bisa dilihat dari sifat tercela ini ketika seseorang lebih banyak dan dominan berkata…“Saya, Saya dan Saya..”. Sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Iblis laknatulloh ‘alaih ketika ia diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberikan hormat kepada Adam AS lalu dengan congkak berkata dihadapan Allah SWT…“Saya lebih baik dari Adam, Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah”.

Kita juga dapat melihat sifat ujub ini didalam majlis-majlis perkumpulan, ketika seseorang bersikap minta lebih diutamakan dan dimuliakan dari semua orang yang ada didalam majlis tersebut. Ketika ia menyampaikan sesuatu maka semua orang harus mendengar dan menerima pendapatnya tersebut dan tidak boleh ada seorangpun yang membantahnya. Dan masih banyak lagi contoh untuk menggambarkan sifat ujub ini dalam keseharian kehidupan kita.

Penyebab Sifat Ujub

Dari beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab timbulnya penyakit ujub ini didalam hati manusia, salah satu penyebab utamanya adalah ketidak-tahuan atau kebodohan manusia bahwa orang yang paling mulia dan paling suci itu hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Allah SWT yang paling mengetahui siapa yang lebih baik dan lebih mulia dari orang lain disisi-Nya. Jadi, sikap dan keyakinan bahwa seseorang itu merasa lebih baik dan lebih mulia dari orang lain itu merupakan kebodohan yang nyata.

Orang yang paling mulia disisi Allah SWT itu hanyalah yang bertaqwa kepada Allah SWT, dan ini hanya diketahui oleh Allah SWT. Hal ini baru akan diketahui oleh manusia pada saat nanti ketika ia kembali kepada Allah SWT diakherat nanti. Jadi kalo ada diantara kita yang masih hidup diatas dunia ini lalu berkeyakinan bahwa ia lebih baik dan lebih mulia disisi Allah SWT dari orang lain maka itu menunjukkan kebodohan dan tipu daya hawa nafsu yang telah ditunggangi oleh Iblis laknatulloh ‘alaih.

Cara Mengobati dan Membersihkan Hati dari Sifat Ujub

Setelah kita memahami pengertian dan penyebab dari sifat ujub ini sebagaimana yang telah disampaikan diatas, maka saatnya mengetahui bagaimana cara membersihkan dan mengobati hati dari penyakit ujub ini. Sebagaimana penyakit jasmani, penyakit rohani atau penyakit hati jika tidak segera diobati maka akan sangat membahayakan bagi manusia. Oleh sebab perlu segera ditindak-lanjuti sebelum menjadi kian akut dan parah.

Tindakan Pencegahan Munculnya Penyakit Ujub

Sebelum penyakit ujub ini tumbuh dan berkembang menjadi penyakit  berat dan akut sehingga akan membuat kita lebih sulit dalam mengobatinya, maka sebaiknya lakukan tindakan pencegahan sebelum terlambat. Caranya bagaimana? Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Fahami bahwa manusia yang paling mulia disisi Allah SWT adalah rahasia Allah SWT. Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali ketika kembali dan bertemu dengan Allah SWT di akherat nanti.
  • Latihlah hati untuk bersikap tawadhu’ dan senantiasa menganggap diri tidak lebih baik dan lebih mulia dari orang lain. Bagaimana caranya? Bandingkan diri dengan semua ciptaan Allah SWT yang ada di jagad raya ini, lalu bertanya dalam hati pantaskan aku merasa lebih baik, lebih mulia dan lebih hebat dari semua ini?

Rasululloh SAW bersabda…

“Dan tidak ada seorang pun dari kalian yang tawadhu’ karena Allah, kecuali pasti Allah akan mengangkat derajatnya.”

(HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain beliau SAW bersabda…

“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar hendaknya kalian tawadhu’, sehingga tidak ada diantara kalian yang saling menyombongkan dirinya dari yang lainnya dan tidak ada yang mendzalimi satu dengan lainnya.”

(HR. Muslim)

Tindakan Pengobatan dan Pemeliharaan Hati dari Penyakit Ujub

Apabila seseorang telah merasakan munculnya gejala penyakit ujub ini didalam hatinya maka cara yang harus segera dilakukan adalah mengobatinya dan membersihkan hati darinya. Bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Latih dan lawan dorongan hawa nafsu yang mengajak kita untuk bersikap ujub ini dengan cara yang radikal seperti nasehat yang diberikan oleh para ulama berikut ini…
    • Ketika anda bertemu dengan seseorang yang usianya lebih muda dari anda, maka katakanlah didalam hati anda “orang ini lebih mulia dariku, sebab ia masih muda, pasti belum banyak melakukan dosa dan kesalahan, sedangkan aku telah banyak melakukan dosa dalam rentang usiaku selama ini dibanding anak muda tersebut”.
    • Ketika anda bertemu dengan seseorang yang usianya lebih tua dari anda, maka katakanlah didalam hati anda “orang tua ini lebih mulia dariku, sebab pasti ia telah lebih banyak melakukan ibadah dan amal kebajikan dibandingkan aku, sementara aku dalam usia yang lebih muda darinya belum banyak ibadah dan amal kebajikan yang telah  aku lakukan, orang tua ini pasti lebih baik dan lebih mulia dariku”.
    • Ketika anda bertemu dengan orang yang ‘alim maka katakanlah didalam hati anda, “orang ini memiliki ilmu dan telah banyak beramal dengan ilmunya, sedangkan aku, ilmuku sedikit dan belum banyak beramal dengan ilmuku, sudah pasti orang ini lebih baik dan lebih mulia dariku”.
    • Ketika anda bertemu dengan orang yang bodoh dan fasiq maka katakanlah didalam hati anda, “orang ini melakukan dosa dan kefasikan karena kebodohannya sedangkan aku kadang dan sering melakukan dosa dan kefasikan padahal aku tahu itu dosa, orang ini lebih baik dan lebih mulia dariku”.
    • Bahkan ketika anda bertemu dengan orang yang kafir sekalipun maka katakanlah didalam hati anda, “orang kafir ini bisa saja suatu hari nanti mendapat hidayah dari Allah SWT sehingga ia memperoleh husnul khotimah, meninggal dalam keadaan muslim, beriman, bertaqwa dan hati yang selamat”. Sementara aku, bisa saja suatu hari Allah SWT mencabut hidayah ini dariku (Na’udzubillah!) sehingga bisa saja aku meninggal dan kembali kepada Allah SWT dengan akhir yang buruk dalam keadaan kafir kepada-Nya, sudah jelas orang kafir ini lebih baik dan lebih mulia dariku jika husnul khotimah yang ia dapatkan kelak sementara aku malah mendapatkan su’ul khotimah”. Wal ‘iyaadzu billah!!
  • Sibukkanlah diri anda merenungi keadaan akhir kehidupan anda, mempersiapkan diri dan memantaskan diri dengan sikap, akhlak dan amal perbuatan yang akan menjaga kita dari memperoleh akhir yang buruk. Daripada sibuk menganggap diri lebih baik dan lebih mulia yang akhirnya malah akan membuat anda lalai dan lupa mempersiapkan akhir kehidupan anda.

Ingatlah bahwa Allah SWT yang membolak-balikan hati manusia. Menyibukkan diri dengan kekhawatiran terhadap akhir kehidupan yang akan anda alami ketimbang sibuk menganggap diri anda lebih baik dan lebih mulia dari orang lain padahal belum tentu benarnya akan memelihara anda tetap berada dalam hidayah yang anda peroleh saat ini. Sehingga insyaAllah akhir kehidupan anda nanti husnul Khotimah.

Sebagai akhir pembahasan, mari kita renungkan beberapa firman Allah SWT dan hadits Rasulullah SAW berikut ini:

“Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun hanya sebesar zarroh/atom.”

(HR. Muslim dan lainnya)

Allah SWT berfirman:

“Berkata Iblis: ‘Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal dari) lumpur hitam yang diberi bentuk”.

(Al-Hijr: 33)

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

(Luqman :18-19)

Dan masih banyak lagi firman-firman Allah SWT dan hadits-hadits rasululloh SAW yang berkaitan dengan penyakit ujub atau kesombongan ini. Kita dapat membaca, memahami dan merenungi betapa berbahayanya penyakit ujub ini bagi pelakunya. Diantara bahaya yang paling menakutkan adalah kemurkaan dari Allah SWT sehingga terlempar dari rahmat Allah SWT sebagaimana yang telah dialami oleh Iblis laknatulloh ‘alaih.

Mudah-mudahan bermanfaat dan semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan inayah-Nya kepada kita semua agar terhindar dari sifat tercela ini sehingga kita bisa kembali kepada-Nya dalam keadaan selamat dari murka dan azab-Nya nanti…

Aamiin Ya Robbal ‘alamiin

Leave A Response »